Jumat, 06 Januari 2017

Bacaan Alqur'an Relaksasi Paling Baik Dari Musik Klasik


Subhanallah, Penelitian Dosen UNPAD:
Bacaan Al-Qur’an Relaksasi Paling Baik
dari Musik Klasik

BANDUNG (Panjimas.com) – Suara bukan
sekadar bunyi yang keluar dari suatu instrumen.
Dalam ilmu Fisika, suara merupakan gelombang mekanik yang merambat melalui udara. Hal inilah yang kemudian menjadi salah satu kajian
dari Dr. Andri Abdurochman, S.Si., M.T., Dosen Departemen Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Padjadjaran (UNPAD), Bandung.

Pada penelitian yang dilakukan, Dr. Andri
bersama tim dari Laboratorium Fisika
Instrumentasi (dahulu Instrumentasi Elektronika) mencoba melakukan identifikasi emosi manusia berdasarkan suara yang diucapkannya sejak 2006.

Penelitian yang merupakan research grant
Technological and Professional Skill Pevelopment sector project (TPSDP) Dikti tersebut dapat juga dimanfaatkan untuk menentukan bagaimana membedakan suara manusia yang diucapkan secara natural dengan suara yang dikeluarkan
ketika melakukan peran (acting).

Dengan mengambil sampel suara beberapa
individu, Dr. Andri dan tim kemudian melakukan ekstraksi untuk mengambil parameter-parameter suaranya. Parameter-parameter ini pula yang kemudian akan dipakai untuk menentukan bagaimana jenis emosi manusia dilihat dari suara
yang dikeluarkan/diucapkan.

Dr. Andri pada awalnya merekam suara
seseorang tanpa emosi, sebagai baseline . Hal ini untuk menentukan bagaimana parameter-parameter suara tanpa emosi tersebut. Setelah itu, dengan dibantu beberapa mahasiswa Fisika, Dr. Andri pun merekam suara ketika marah, sedih,
hingga tertawa. “Kami buat orang menjadi marah betulan dan mengeluarkan suara (berbicara). Kami rekam, kami ekstraksi, dan akhirnya kita tahu bagaimana distribusi parameter suara yang marah. Kemudian itu jadi database kita,” jelas Dr. Andri saat diwawancarai Humas Unpad beberapa waktu lalu.

Setelah memiliki database tersebut, Dr. Andri dan tim kemudian mengambil sampel kedua dengan merekam suara beberapa aktor peran dari beberapa film. Ia merekam suara aktor saat memerankan akting marah, sedih, serta tertawa.
Suara ini kemudian diekstraksi dan diambil
parameter suaranya. Proses ekstraksi yang dilakukan adalah untuk menentukan intonasi dan frekuensi suaranya. Dr.
Andri menjelaskan, frekuensi suara manusia biasanya hanya memiliki 5 oktaf. Setiap oktaf memiliki range tersendiri.
“Ketika orang marah, oktaf dalam suara akan naik, tetapi maksimalnya sampai 5 oktaf saja,”kata dosen kelahiran Bandung, 26 Mei 1974 tersebut.
Langkah selanjutnya, Dr. Andri membandingkan dua parameter suara dari sampel pertama dengan sampel kedua melalui software yang dikembangkannya di laboratorium. “Kita buat software dan diprogram untuk mengenali suara acting atau natural. Software tersebut hampir 90%
mengetahui ini acting atau natural,” kata Dr. Andri. Selain mengenali emosi, Dr. Andri juga tertarik untuk mengetahui efek gelombang suara pada tubuh manusia.

Pada tahun 2007, ia membandingkan suara bacaan ( murattal ) Kitab Suci Al-Quran terhadap musik klasik dan musik terapi relaksasi untuk digunakan sebagai terapi
menurunkan stres.
“Penelitian menunjukkan, suara bacaan Al-Quran memiliki tingkat relaksasi paling baik dibanding musik klasik atau musik relaksasi lainnya,” ungkapnya.
Hal ini dibuktikan melalui penelitian tahun 2010 yang dilakukannya terhadap beberapa naracoba anak-anak dan remaja usia sekolah (SD, SMP dan SMA) dari sebuah Yayasan di Desa Ciluncat, Kecamatan Cangkuang. Untuk beberapa waktu,
anak-anak ini diberikan musik yang bisa
meningkatkan stres. Dr. Andri pun melakukan perekaman otak si anak untuk mengetahui bagaimana frekuensi gelombang otak yang ditimbulkan dari musik pembangkit stres itu.

Kemudian sang anak diberikan terapi
mendengarkan bacaan Al-Quran selama tiga bulan, kemudian diperdengarkan kembali musik yang bisa meningkatkan stres. Hasilnya menunjukkan, daya tahan anak terhadap stres pada kesempatan kedua jauh lebih kuat daripada pada saat pemberian musik yang pertama jika
dilihat dari rekaman gelombang otaknya.
“Anak yang sudah didengarkan suara bacaan (terapi) Al-Quran akan jauh lebih tenang dan lebih tahan terhadap stres,” simpulnya.

Adapun bacaan Al-Quran yang didengarkannya merupakan kumpulan ayat-ayat yang memiliki satu kata yang sama. Dr. Andri mencari kata di dalam Al-Quran yang bermakna positif lalu mengumpulkan bacaan (murattal) ayat-ayat
tersebut.
Lulusan program Doktor di Université de
Strasbourg, Perancis ini mengungkapkan, efek ini muncul karena relaksivitas yang dihasilkan akibat mendengar bacaan tersebut. Ini disebabkan setiap sel dalam otak manusia punya frekuensi alamiah
masing-masing. Pada saat otak diberikan stimulus berupa suara, jika spektrum frekuensi suaranya itu adalah berbanding lurus dengan frekuensi natural sel, maka si sel akan beresonansi. “Ketika resonansi itu, si sel kemudian bisa aktif atau memberikan sinyal ke kelenjar dalam tubuh untuk mengeluarkan hormon, karena si kelenjar
kesehatan itu akan aktif hanya pada kondisi
tertentu, misalnya tidur,” jelas Dr. Andri.
Pada saat mendengar bacaan Al-Quran, otak mengalami relaksasi yang baik
sehingga seolah-seolah sedang berada dalam keadaan tidur. Pada kondisi tersebut, sel kemudian memberikan sinyal ke kelenjar dalam tubuh untuk mengeluarkan hormon. Kondisi inilah yang dialami oleh seseorang ketika melakukan terapi tersebut. Lebih lanjut Dr. Andri menjelaskan, sesuatu yang dilakukan atau didengarkan berulang-ulang juga akan memiliki efek hipnosis. Berdasarkan
kemampuan peningkatan daya tahan naracoba karena bacaan Al-Quran, ia juga dalam penelitian pada bidang komunikasi kedokteran gigi.

Pada penelitian tersebut, Dr. Andri berperan dalam pengolahan data frekuensi dan spektrum suara pada saat kata-kata hipnosis tersebut disampaikan kepada naracoba, serta respon otak (rekaman
elecro-encephalogram) terhadap hipnosis.

Se

Sabtu, 31 Desember 2016

FPI KEMBALI "BERULAH", Kali Ini di Kota Bima NTB Bantu Korban Banjir

Sabtu, 31 Desember 2016

[portalpiyungan.co ] BIMA - Dimana ada bencana alam, disitulah Laskar-Laskar FPI akan berusaha semaksimal mungkin untuk datang membantu. Saat Aceh terkena musibah gempa, FPI sigap kesana.

Kini FPI juga kembali "berulah" di kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang beberapa waktu lalu terkena musibah banjir bandang.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan dari pendataan sementara BNPB diketahui ada 203 rumah yang hanyut terbawa banjir yang terjadi sejak 21
Desember lalu. Selain itu ada 652 rumah yang roboh maupun yang masuk dalam kategori rusak berat. Sedangkan yang termasuk dalam kategori rusak sedang terdapat 742 rumah, dan ruskak ringan
sebanyak 18.294.
Bantuan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan, tak hanya dari pemerintah.
Alhamdulillah FPI sudah mendirikan posko
kemanusiaan dan menyalurkan berbagai bantuan untuk para korban bencana banjir bandang di Bima.

Posko FPI terketak di Jalan Soekarno Hatta jalan utama Kota Bima, tepatnya di Mushola Bekas kantor Bupati Bima. Di persimpangan Jl. Soekarno Hatta dan Jl. Gatot Subroto.

Semoga penyaluran bantuan ini bisa terus
dilakukan dengan secepat dan semaksimal
mungkin, supaya bisa sedikit meringankan beban penderitaan mereka saudara-saudara kita yang tertimpa musibah.

Masyarakat NTB wabil khusus masyarakat Bima merasa sangat bersyukur menerima bantuan FPI dan meminta deklarasi dan pembentukan FPI di kota Bima dan berbagai wilayah lainnya di NTB.

Rabu, 21 Desember 2016

Mengocehlah ! , Agar Indonesia Tidak Seperti Granada

Redaksi – Rabu, 22 Rabiul Awwal 1438 H / 21 Desember 2016 13:06 WIB

Oleh : Satria Hadi Lubis

(1). Apa yang menyebabkan kerajaan Granada, sebagai salah satu kerajaan Islam terkuat di Eropa, akhirnya runtuh?

(2). Jawaban pastinya adalah karena serangan musuh.

(3). Tapi serangan musuh tentu tidak serta merta dilakukan begitu saja. Banyak faktor yang harus diperhitungkan. Salah satunya adalah ‘timing’ yang pas.

(4). Untuk mengetahui kapan ‘timing’ yang pas, raja Ferdinand dari Aragon perlu mengutus mata mata.

(5). Yang dilakukan sang mata2 cukup sederhana : pantau ‘ocehan’ masyarakat Granada.

(6). Satu waktu ia melihat anak kecil menangis. Dihampirinya sang bocah dan bertanya tentang apa yang menyebabkannya menangis?

(7). “Aku menangis karena anak panahku tidak tepat sasaran”, jawab sang bocah. “Bukankah kamu bisa mencobanya lagi?”, kata sang mata2.

(8). Jawaban sang bocah cukup mengejutkan. “Jika satu anak panah saya gagal mengenai musuh, apa mungkin musuh memberi saya kesempatan untuk
memanahnya lagi?”

(9). Mendengar ‘ocehan’ bocah tsb, sang mata mata menyarankan raja Ferdinand untuk tidak menyerang Granada saat ini. Anak kecilnya aja begitu, gimana
orang-orang tuanya?

(10). Beberapa tahun kemudian sang mata2 kembali ke Granada dan dilihatnya seorang dewasa yangBsedang menangis.

(11). “Mengapa kau menangis?” tanya si mata mata. “Kekasihku (wanita yang dia cintai) pergi meninggalkanku”, jawab si orang dewasa tsb.

(12). Maka sang mata mata merekomendasikan inilah
‘timing’ yang tepat untuk melakukan penyerangan.

(13). Tidak butuh lama, Granada sebagai benteng terakhir kaum muslimin di Eropa, dapat dikuasai dengan mudah.

(14). Puncak malapetaka bagi kaum muslimin Granada adalah dengan dibentuknya lembaga Inguisition (inkuisisi, pengadilan yang dibentuk oleh
dewan gereja). Pilihannya hanya 2 : Menerima Ajaran Katholik atau Dibantai.

(15). Maka tamatlah riwayat kaum muslimin di Andalusia, dan Eropa secara keseluruhan.

(16). Mungkinkah tragedi Granada terulang di negeri kita? Bisa iya, bisa tidak. Tergantung apa ‘ocehan’ kita.

(17). Saya teringat sebuah ceramah dari ‘Da’i Sejuta Ummat’, (alm) KH. Zainuddin MZ. Beliau katakan:
“Allah memang menjamin bahwa Islam akan terus ada di muka bumi hingga akhir zaman; namum Dia tidak menjamin bahwa Islam akan terus ada di Indonesia.”

(18). Seperti mata mata di Granada dulu, musuh musuh Islam saat ini juga sedang memata-matai kita. Menunggu ‘timing’ yang pas.

(19). Bahkan kini mereka tak perlu repot repot terjun langsung ke lapangan untuk mengetahui isi ocehan dan obrolan kita.

(20). Cukup pantau sosial media dan simak tema2 apa yg menjadi concern kaum muslimin.

(21). Untuk saat ini bolehlah kita bernafas lega. Namun tetap bersiaga.

(22). Bahwa disaat MU kalah telak oleh Chelsea, atau saat *Indonesia Juara AFF* kita masih ‘ngoceh’ soal penindasan saudara kita di Suriah dan Palestina.

(23). Bahwa tatkala valentino rossi terjatuh, kita masih ‘ngoceh’ tentang qur’an yang dinistakan.

(24). Bahwa ditengah dukungan terhadap adik Rachel di Voice Kids Indonesia, kita juga semangat mendukung petisi2 online yang digalang untuk memenjarakan ahok.

(24). Ini tanda dan menjadi pesan bagi musuh bhw ghiroh jihad itu belum luntur dari dada kaum muslimin.

(25). Apalagi kemudian terbukti bahwa kita tidak sekedar besar ngoceh di sosial media, tapi juga wujud di dunia nyata.

(26). Jutaan kaum muslimin, tidak hanya di Jakarta, tapi di berbagai tempat hadir dalam aksi-aksi pembelaan terhadap kehormatan agama yang dilecehkan, dan puncaknya insya Allah pada Aksi
Bela Islam berikutnya nanti.

(27). Ini jelas membuat musuh ketar-ketir meski di back up kekuasaan sekalipun.

(28). Apalagi setelah ustadz KH. Tengku Zulkarnain (wasekjen MUI) menyampaikan ‘ocehan’ nya:
 ”Wahai Para Penjilat dan Penjual Agama! Berhentilah Menghina Kami Umat Islam. Nanti Jika Kami Teriakkan JIHAD AKBAR, Kalian Musnah.”
(29). Maka jangan anggap remeh meski sekedar ‘mengoceh’ di dunia maya untuk membela Islam. Karena bisa jadi inilah yang membuat mereka berfikir
ulang untuk menyerang kita.

Habib Rizieq: Sebelum Umat Islam Berperang, Lakukan Ini…


Redaksi – Rabu, 22 Rabiul Awwal 1438 H / 21 Desember 2016 13:30 WIB

Eramuslim.com – Ketua komunitas Muslim Tionghoa Indonesia (MUSTI), Jusuf Hamka mengungkapValasan menobatkan imam besar FPI Habib Rizieq Shihab sebagai Man of The Year, lantaran sempat khawatir aksi bela Islam berujung konflik horizontal
antar warga pribumi dan warga etnis Cina terulang.
“Yang merasa diuntungkan adalah komunitas kami, kami khawatir bahwa ini akan terjadi seperti tragedi 1998,” ujar Ketua MUSTI, Jusuf Hamka di salah satu
restoran di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, hari ini. Sebagian besar warga keturunan Tionghoa memang cukup trauma dengan tragedi Mei 1998 sebagai
buntut dari kerusuhan menuntut Presiden Soeharto lengser dari jabatannya.

Saat itu, banyak warga etnis Tionghoa yang menjadi korban kekerasan. Rumah, toko, perusahaan dan aset milik kaum Tionghoa dibakar dan isinya dijarah. Karena kekhawatiran itu, Hamka mengaku melakukan pendekatan kepada Habib Rizieq selaku punggawa seluruh aksi bela Islam yang terjadi di Jakarta. Hamka mengaku mendapat jaminan dari
Rizieq bahwa tragedi itu tidak akan terulang, karena aksi bela Islam untuk menuntut Kepolisian mengusut tuntas kasus penistaan agama yang dialamatkan
kepada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
“Saat itu saya datang langsung ke pesantren beliauvdi Mega Mendung dan dia bilang enggak usahvkhawatir,” ungkap Hamka.
Sebab, sambung dia, Rizieq menuturkan, jika umat Islam hendak berperang maka akan ada tiga peringatan :
Pertama akan ada orang yang mengimbau
agar anak-anak dan wanita dievakuasi terlebih dahulu, begitu pun dengan peringatan kedua dan ketiga sampai medan perang benar-benar bersih dari anak-anak dan perempuan .
“Jadi sebenarnya Habib Rizieq itu bukan keras tapi tegas, dan dia sangat welas asih orangnya,” ucapvHamka. (th/rn)

Semoga ber

Selasa, 20 Desember 2016

TERUNGKAP! Donasi Uang Receh Konsumen Alfamart Disalurkan ke ORGANISASI KRISTEN


[portalpiyungan.co ] Ribut-ribut donasi di jaringan mini market Alfamart. Beberapa hari ini di sosial media netizen ribut soal donasi receh "Seratus Rupiah" (Rp 100) saat belanja di Alfamart. Beberapa netizen memperlihatkan struk belanja yang tertera donasi sukarela Rp 100.

Cobalah sedikit selidiki kebenaran beritanya… Ternyata, Alfamart memang bekerja sama dengan “Habitat for Humanity” (HFH)

Link info: https://finance.detik.com/advertorial-
news-block/2977528/ke-sinilah-donasi-uang-
receh-konsumen-alfamart-disalurkan

Juga di situs alfamart: https://alfamartku.com/
news/2016/07/laporan-donasi-konsumen-
alfamart-2015

Di link berita itu disebutkan salah satu penyaluran Donasi Konsumen Alfamart sebesar Rp 2 Miliar lebih adalah ke Habitat for Humanity (HFH) : [Kutipan link]:

"Alfamart juga bekerjasama dengan Habitat for Humanity Indonesia untuk merekonstruksi rumah layak huni bagi keluarga pra-sejahtera.
Program bernama Kampung Alfamart ini menggunakan donasi konsumen periode 1 – 31 Mei 2015 yang terkumpul sebesar Rp 2.640.754.074."
Maka, coba selidiki siapa pendiri “HFH” itu…? Ternyata, pendirinya adalah seorang “biblical scholar” (ahli kitab Injil) …
[Kutipan link]: The idea that
became Habitat for Humanity first grew from the fertile soil of Koinonia Farm, a community farm outside of Americus, Georgia, founded by farmer and biblical scholar Clarence Jordan.
Link info: http://www.habitat.org/about/history

HFH juga secara jelas-jelas menyatakan adalah “ecumenical Christian housing
organization” (organisasi perumahan Kristen ekumenis): Link info: http://www.habitat.org/about/faq
[Kutipan link] : Is Habitat for Humanity a Christian organization? Yes, we are a global nonprofit, ecumenical Christian housing organization. All who desire to be a part of
this work are welcome, regardless of religious preference or background. We have a policy of building with people in need regardless of race or religion. We welcome volunteers and supporters
from all backgrounds.

Demikian dari informasi yang tersedia di internet.

SUDAH JELAS? Konsumen Muslim MASIH MAU DONASI KE ALFAMART??? Saatnya UMAT ISLAM PUNYA JARINGAN MINIMARKET SENDIRI (Minimarket 212?), sehingga Donasi (Infaq Shadaqah) daribkonsumen muslim
juga tersalurkan untuk kemaslahatan umat danvkemajuan dakwah Islam.

Mungkin sepele "Hanya Seratus Rupiah", tapi Rp 100 dikalikan jutaan konsumen dikalikan hari bulanbtahun, maka seperti contoh Alfamart di atas: Terkumpul Rp 2 MILIAR LEBIH yang disalurkan lewat organisasi kristen HFH.

SEBARKAN DAN SADARKAN !!!
Saatnya #Spirit212 menjadi Kebangkitan Ekonomi Umat.

Semoga Sadar dan bermanfaat.

Sebelum Kalian Boikot Sari Roti, Kami Sekeluarga Sudah "Haramkan" Bahkan Juga Pada Indomaret Alfamart


SEBELUM KALIAN SERUKAN BOIKOT SARI ROTI KAMI SEKELUARGA SUDAH MELAKUKAN BAHKA JUGA PADA INDOMARET & ALFAMART

by: ERIE SUDEWO
(Pendiri Dompet Dhuafa)

Tuan dan puan,
Saya ingin urun rembug. Bicara langkah konkrit, secara Pribadi sudah saya lakukan sampai hari ini.

Sebelum sari roti kita boikot, saya sudah larang anak isteri saya beli sari roti dan Sara lee. Di awal mereka mulai bisnisnya. Kenapa? Karena mereka pemain besar.

Bahkan ketika indomaret & alfamart mulai muncul, hampir saya haramkan Keluarga saya beli apapun di situ. Kenapa? Karena minimarket adalah bisnis yang langsung menghancurkan fondasi Ekonomi rakyat.

Maka ketika saya bekerja di Dompet Dhuafa (DD), saya bukan hanya melarang DD belanja ke mini atau Hypermart. Kenapa? Jangan sampai uang berputar hanya di antara kalangan kaya (konglomerat) yang itu-itu juga. Saya larang pula ACT (LSM Aksi Cepat Tanggap) di awal dulu, untuk belanja di carefour dll. Kenapa...? Rakyat pun harus terima perputaran uang ZISWAF.

Jika kita tak ijtihad, Maka orang miskin hanya terima barang. Yang notabene adalah produk mereka juga. Korban bencana dan fakir miskin, harus terima perputaran ZISWAF. Untuk itulah fungsi keberadaan amil zakat ada.

Masih ingat dengan "Politik Benteng" yang digagas Soemitro Djojohadikoesoemo? Bapaknya Prabowo ini menegaskan, bahwa perusahaan besar tak boleh masuk ke pasar di kecamatan.

Thailand dan Malaysia memakai Politik Bentengnya Soemitro. Hasilnya Thailand
melejit.
Malaysia pun keluarkan strategi New Economic Policy. Hasilnya, lihat bumiputera diprotek dan kini jadi juga sebagai pengusaha-pengusaha besar.

Di Indonesia? Sekarang minimarket bahkan sudah merambah di ujung-ujung pelosok negeri. Desa yang seharusnya pusat produksi, kini malah jadi pasar perusahaan-perusahaan besar. Uang desa
pun akhirnya tersedot.

Sampai hari ini saya bertahan untuk tak belanja pada barang atau Toko yang hancurkan rakyat.

Saat saya di DD, Kita buat mini market juga. MasyaAllah saya sampai lupa apa namanya. Mungkin Jamil Azzaini dan Ahmad Juwaini, masih ingat
namanya. Lepas dari kurang berkembangnya minimarket Itu. Sampai hari ini saya terus bergerak di akar rumput.
Sekarang tawarkan kan pada siapapun untuk bangun LUMBUNG DESA.
Mengapa Lumbung Desa..? Sebab Indonesia total punya 82 ribu desa. Sebanyak 71 ribu desa, kini dalam kondisi miskin kin kin...

Inilah hasil kebijakan
Yang entahlah... Mulai 2017, saya mulai tawarkan Pelatihan Bagaimana Membuat Program Masterpiece. Seperti program THK, itu tidak tiba-tiba muncul
begitu saja. Begitu juga dengan BMT, ACT, LKC dll.

Program-program yang kini menginspirasi berbagai lembaga zakat, ini lah yang ditawarkan untuk dilahirkan, siapapun Kita dan lembaga yang ingin BERBUAT NYATA Pasti saya akan colek dan sekarang sedang dicolek Kang Harlan, apakah FSS mau kerja sama utk pelatihan itu.

Kita memang harus berjamaah untuk BERDIKARI. Dan dana ZISWAF telah buktikan, kita bisa untuk merealisasikan. Tinggal apakah Kita mau MAN JADDA WAJADA ('Barangsiapa yang bersungguh-
sungguh maka dia akan berhasil") Atau...
Saya sudah mundur dari DD sejak 2003. Tapi sampai Hari ini saya masih di pemberdayaan. Saya anggap ini juga dakwah. Saya anggap ini hidayah.
Sampai Akhir Hayat Saya ingin tetap berada dalam barisan ini.

Saya bangga dengan Aksi 411 dan 212. Semoga saya pun punya sesuatu untuk gerakan berikut. Sekecil apapun. Allahu Akbar....

Yuk! GERAKAN Belanja di Warung TETANGGA


Kenapa sih pada demen banget belanja di Indomart, alfamart termasuk (saya).
Sampe warung warung tetangga yang janda buat nafkahin anak yatim nya jadi sepi.
Akhirnya anaknya ditinggalin dia nyari rejeki jadi kuli cuci.

Kenapa sih pada betah banget bolak balik
superindo padahal sebelah rumah ada yang ngewarung .
Katanya lumayan juga indomie disebelah 2500 sebungkus. Di superindo cuma 2000. Padahal itu ibu nuturin duit 500 buat ngasih makan anaknya bekal sekolah.

Kenapa sih pada betah banget ngabisin duit di Giant, Hypermart, padahal warung depan rumah muslim taat. Saban adzan pake sarung ama peci jalan kemasjid ditinggalin tuh warung demi panggilan Allah TuhanNya. Kalaupun beli paling beli terasi, mecin, bahan bahan yang kelupaan kebeli saat belanja bulanan di Swalayan Besar kemarin.

Aduh kasihan saudara saudari kita. Dia susah kita nggak tau. Dia berjuang kita nggak bantu. Padahal kalau kita meninggal, dia yang pada nguburin.

Ayo hidupkan ekonomi umat, belanja ketetangga, teman, saudara, kenalan muslim.

NB: budayakan beli cash yah buk ibuk kalo di tetangga, jangan malah ngutang tapi di mart mart dan mall malah cash dan kembalian di tinggalkan.

Share ...
#IRTMuda #IRTProduktif

(Habibah Juniarti Iskandar)