Jumat, 16 Desember 2016

KETIKA HARUS DITODONG PERTANYAAN “SISA KEMBALIAN BOLEH DIDONASIKAN?” KEMANAKAH UANG DONASI TERSEBUT?


Ketika Harus Ditodong Pertanyaan “Sisa
Kembalian Boleh Didonasikan?”Kemanakah uang Donasi Tersebut?

Berita Islam 24H - Putri terbiasa belanja
untuk kebutuhan sehari-hari di toko serba
ada berinisial “I”. Alasannya karena dekat
dengan tempat tinggal. Seperti para
pelanggan lain, setiap kali ke meja kasir dan selesai transaksi, selalu disodori pertanyaan oleh kasir. “Sisa Rp200nya berkenan untuk didonasikan?” Jumlah bilangan receh boleh beda, dengan kalimat yang tak jauh berbeda.

Memang itu pertanyaan menyebalkan yang
ada di dunia ini setelah pertanyaan “kapan
nikah? dan pertanyaan yang diajukan oleh
Najwa Shihab kepada narasumber. Untuk
bilang “ya” atau “tidak” saja terasa berat.
Dalam seminggu terakhir ini, perempuan yang baru lulus dari Universitas Indonesia, Depok, itu ditodong kembali pertanyaan itu. Tidak mau menjadi pembeli yang hanya
‘memasrahkan hidup pada kasir’, Putri pun
bertanya. “Didonasikan ke mana kah sisa
uang belanjaan ini?”
Kasir perempuan yang ada di hadapannya
menjawab, “Yayasan, mbak!”
Putri berniat merelakan, tapi ia kembali kritis bertanya, “Dari yayasan lalu untuk apa?” Kasir menjawab singkat, “Natal”

Putri pun secepat kilat membatalkan
sumbangan tersebut, meski uang
kembaliannya berstatus receh. Putri tidak sendiri, Anda mungkin mengalami hal yang sama ketika berbelanja di Indomaret
atau Alfamart meski jawabannya berbeda-
beda. Sebab, pihak yang menerima donasi-
donasi dari (pelanggan) toserba itu sifatnya
periodik. Tiap periode berbeda.

Belakangan ini menyebar di ruang-ruang
obrolan seperti WhatsApp tentang struk
belanja di mana uang kita akan terpotong
otomatis Rp100 tiap kali melakukan transaksi pembelian. Tentu saja ini pencurian yang bersifat halus. Sebab, pembeli belum tentu sepakat dengan pemotongan tersebut.

Lari kemana kah uang cepek tersebut?
Tertulis dalam struk uang tersebut Donasiku untuk Negeri. Berembus kabar bahwa fulus itu untuk mempermulus pasangan calon yang akan maju ke kontestasi pemilihan kepala daerah ibukota.

“Perusahaan mengajak konsumen
mendonasikan sebagian uang kembalian
melalui kasir toko, dana terhimpun disalurkan oleh yayasan kredibel untuk membantu lebih banyak masyarakat yang membutuhkan,” kata Corporate Affairs Director SAT, Solihin melalui laman Alfamartku.

Ditodong dengan kembalian uang receh
untuk apa memang pertanyaan sederhana
yang kadang menghambat waktu. Lalu apa
yang harus kita lakukan dengan kembalian
uang receh tersebut?

1. Sumbangkan dengan catatan.
Pasrahkan uang receh tersebut kepada kasir. Sebelum memberikan Anda boleh bertanya langsung kepada kasir uang tersebut akan terbang kemana dan untuk apa.
Cek baik-baik, jika lembaga yang diajak kerja sama adalah lembaga atau yayasan kredibel seperti Dompet Dhuafa, Anda boleh bernafas lega dan memasrahkan uang receh tersebut.

2. Tidak perlu disumbangkan
Ini juga pilihan tepat, karena kuasa dan hak
ada di tangan Anda. Apalagi jika yayasan
dan peruntukan uang tersebut gurem bin
tidak jelas. Seperti kasus Putri di atas. Lalu
koin atau receh tersebut bisa Anda masukkan di celengan di rumah.

Penulis sendiri punya kencleng peduli umat sebagai tempat untuk menaruh kembalian belanjaan.

3. Belanja di warung tetangga saja
Gerakan belanja di warung tetangga atau
warung terdekat memang sedang gencar
belakangan ini. Selain untuk pemberdayaan sekitar juga bisa sebagai ajang silaturahim atau ngobrol soal bola dan gosip politik terkini.

Dan tidak di sini tidak kita temukan, pertanyaan yang membuat kita hafal di luar kepala “isi pulsanya sekalian?”, “”mau pakai
kantong kresek?”, “ada kartu membernya?”
dan “Sisa kembalian berkenan untuk
didonasikan?” [beritaislam24h.net / bdn ]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar