[portalpiyungan.co ] Boikot Sari Roti terus berlanjut. Aksi boikot Sari Roti tak hanya diserukan lewat media sosial (medsos) dan grup WhatsApp , tapi juga dalam tindakan nyata dengan tidak membeli Sari Roti. Bahkan pemilik supermarket dan toko-
toko muslim menghentikan penjualan Sari Roti.
Aksi Boikot Sari Roti praktis sudah berlangsung 10 hari sejak 6 Desember lalu, dan banyak netizen yang melaporkan penjualan Sari Roti di beberapa
minimarket serta penjual keliling mengalami penurunan.
Pihak Sari Roti sendiri sampai sekarang belum merilis tentang dampak Boikot terhadap penjualan produknya.
Namun ada netizen yang memperkirakan Sari Roti akan kolaps kalau terus diboikot selama satu bulan.
"SARI ROTI ITU BISNIS JUDI, MASA
KADALUWARSANYA SINGKAT, EMPAT HARI TAK LAKU (expired -red) JADI MAKANAN BABI, KESIMPULANNYA JIKA DIBOIKOT SATU BULAN SAJA BUBAR !" kata netizen Navias Tanjung di laman facebooknya.
"MENURUT ANALISAKU SAAT INI MEREKA PUTAR OTAK GANTI NAMA,
MISALNYA : MERK MERK ISLAM, ARAFAH ROTI, ZAM ZAM ROTI, AQABAH ROTI, HIKMAH ROTI, HABIB ROTI,
DLL2," urai Navias Tanjung.
Di sosial media netizen banyak melaporkan tentang adanya diskon khusus beli Sari Roti, ada juga iming-iming hadiah menarik.
Ada juga gambar Gratis Sari Roti di sebuah
minimarket.
Ada juga yang menshare gambar mobil pickup yang terlihat membawa Sari Roti.
Aksi boikot Sari Roti mulai menggema setelah Produsen Sari Roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk, menyampaikan "PRESS RELEASE" klarifikasi
yang menyatakan tidak terlibat Aksi 212.
Klarifikasi ini dinilai menyudutkan Aksi Bela Islam III (Aksi 212) di Monas dengan mengaitkan sebagai kegiatan politik dan mengaitkan dengan kebhinekaan.
GNPF MUI secara resmi telah menyerukan Umat Islam untuk boikot Sari Roti.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar